Kata pengantar
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan masalah
1.3 Manfaat Penulisan
Bab II Pembahasan
2.1 Pengertian
2.2 Syarat Surat yang Baik
2.3 Pengertian dan Syarat Surat Resmi
2.4 Jenis-Jenis Surat Resmi
2.5 Struktur Surat Resmi
2.6 Pengertian Surat Tidak Resmi
Bab III Penutup
Kesimpulan
Saran
Daftar Pustaka
Lampiran
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Surat adalah alat komunikasi untuk menyampaikan suatu maksud secara tertulis ke pihak lain atau satu kegiatan berbahasa yang dilakukan dalam komunikasi tertulis. Yang tersangkut dalam kegiatan perorangan atau kelompok.di samping ini si penulis surat dalam mengemukakan masuknya harus memperhatikan sifat surat yang dibuatnya, ataupun kedudukan si penulis surat sendiri dan tingkat pembaca surat.
Penelitian mengenai surat menyurat baik pada instansi pemerintah ataupun dunia bisnis masih banyak kesalahan dalam penulisan surat. Untuk itu penulis ingin menjelaskan cara penulisan surat yang baik dan benar.
1.2 Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu:
1. Apa saja syarat surat resmi?
2. Apa saja jenis-jenis surat resmi?
3. Bagaimana struktur penulisan surat resmi?
1.3 Manfaat penulisan
Manfaat penulisan makalah ini adalah:
a. Kita dapat memahami tentang cara menulis surat yang baik dan benar.
b. Kita dapat mengetahui jenis-jenis surat.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian dan fungsi surat
Surat merupakan sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi dalam bentuk tulisan pada kertas oleh suatu pihak kepada pihak lainnya, baik perorangan maupun organisasi.
Surat adalah bentuk komunikasi tertulis yang mana di dalamnya terdapat beberapa unsur, diantaranya:
a. Pengirim surat, yaitu pihak yang menyampaikan pesan.
b. Pesan surat, yaitu isi dari surat yang disampaikan baik berupa pemberitahuan, permohonan/permintaan, pernyataan, perintah, laporan, dan sebagainya.
c. Penerima surat, yaitu pihak yang menerima pesan.
d. Saluran, yaitu cara penyampaian pesan surat tersebut sesuai dengan kebutuhannya.
Surat sebagai alat komunikasi mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Tanda bukti tertulis yang otentik.
b. Alat perangkat.
c. Dokumentasi historis.
d. Jaminan keamanan.
2.2 Syarat surat yang baik
Untuk menyusun surat yang baik, menarik dan modern, penulis harus menguasai syarat surat yang baik. Syarat tersebut adalah:
a. Penulis harus memahami bentuk surat yang digunakan.
b. Dalam menulis surat penulis hendaknya bersikap seolah-olah ia sedang berbicara dengan orang yang dituju, usahakan tidak menyinggung atau merendahkan pembaca.
c. Surat tidak perlu panjang dan bertele-tele.
2.3. Pengertian dan syarat surat
Surat resmi adalah surat yang digunakan untuk keperluan formal/resmi oleh pihak-pihak tertentu, baik perorangan, lembaga, organisasi si atau instansi tertentu untuk saling berkomunikasi satu sama lain secara formal.
Adapun surat resmi yaitu sebagai berikut:
1. Menggunakan bahasa baku resmi sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia dan ejaan yang disempurnakan.
2. Menggunakan struktur penulisan yang baku
3. Isi surat harus efektif dan jelas.
Sebagai alat komunikasi, bahasa baku yang digunakan dalam surat resmi harus jelas dan komunikatif. Adapun isi dari surat resmi antara lain, surat lamaran pekerjaan, undangan rapat, pengumuman lelang dari instansi pemerintah, dan surat izin.
2.4 Jenis-Jenis Surat Resmi
Setelah memahami pengertian surat resmi, fungsi dan ciri-cirinya maka kita juga perlu mengetahui jenis-jenis surat resmi. Berikut ini adalah macam-macam surat resmi:
1. Surat Keputusan
2.4 Jenis-Jenis Surat Resmi
Setelah memahami pengertian surat resmi, fungsi dan ciri-cirinya maka kita juga perlu mengetahui jenis-jenis surat resmi. Berikut ini adalah macam-macam surat resmi:
1. Surat Keputusan
Surat resmi ini bertujuan untuk menyampaikan keputusan dari atasan mengenai
hal-hal yang selama ini belum jelas. Umumnya surat keputusan berhubungan dengan
suatu instansi atau lembaga. Misalnya surat keputusan pengangkatan pegawai.
2. Surat Permohonan
Surat permohonan digunakan ketika suatu pihak menyampaikan suatu permohonan kepada pihak lain. Misalnya surat permohonan bantuan dana, surat permohonan perceraian, dan lain-lain.
3. Surat Perintah
Surat resmi yang isinya memberikan instruksi kepada bawahan. Misalnya surat perintah perjalanan dinas, surat perintah untuk lembur, dan lain-lain.
4. Surat Kuasa
Surat resmi yang isinya memberikan kuasa atau wewenang kepada pihak lain. Misalnya surat kuasa untuk pembayaran pajak, surat kuasa pengambilan uang di bank, dan lainlain.
5. Surat Panggilan/ Undangan
Surat resmi yang digunakan untuk memanggil atau mengundang seseorang untuk keperluan tertentu. Misalnya surat panggilan kerja, surat panggilan kepolisian, surat undangan pernikahan, dan lain-lain.
2.5 Struktur Surat Resmi
Seperti yang disebutkan pada pengertian surat resmi di atas, dalam surat resmi terdapat beberapa bagian penting yang harus dilengkapi. Beberapa bagian penulisan surat resmi tersebut adalah:
1 . Kepala Surat (Kop Surat)
Kepala surat terdiri dari:
• Logo instansi/ lembaga
• Nama instansi/ lembaga
• Alamat, No. Telephone/ fax, dan email instansi/ lembaga
2. Nomor Surat
Setiap kali suatu instansi/ lembaga mengirimkan surat, pasti dilengkapi dengan nomor surat. Dengan adanya nomor surat tersebut, maka akan mudah mengetahui berapa jumlah surat yang telah dikeluarkan dalam satu bulan.
3. Tanggal Surat
Surat resmi selalu dilengkapi dengan tanggal pembuatan surat. Ini berguna sebagai informasi waktu dibuatnya surat tersebut.
4. Lampiran atau Hal
Terkadang surat resmi dilengkapi dengan lampiran, yaitu dokumen lain sebagai pendukung surat resmi tersebut.
5. Alamat Tujuan
Alamat tujuan diberikannya surat resmi tersebut. Biasanya penulisannya singkat saja karena alamat lengkap tujuan biasanya dicantumkan pada sampul surat.
6. Salam Pembuka
Kata pembuka dari sebuah surat resmi dimana bentuknya baku dan formal dengan bahasa yang sopan.
7. Isi Surat
Isi surat adalah bagian utama dari surat resmi. Informasi yang dimuat dalam bagian isi harus dibuat singkat, padat, dan jelas dengan menggunakan bahasa baku.
8. Salam Penutup
Selain salam pembuka, tentunya ada salam penutup surat. Hal ini untuk menunjukkan kesopanan dalam berkomunikasi melalui surat resmi.
9. Tanda Tangan Pengirim Surat
Pada bagian ini harus dicantumkan nama dan tanda tangan pengirim surat atau penanggungjawab.
10. Tembusan
Tembusan dapat dibuat bila surat resmi tersebut perlu diketahui oleh pihak lain.
Contoh Surat Resmi

2.6 Pengertian Surat Tidak Resmi
Contoh surat tidak resmi

2. Surat Permohonan
Surat permohonan digunakan ketika suatu pihak menyampaikan suatu permohonan kepada pihak lain. Misalnya surat permohonan bantuan dana, surat permohonan perceraian, dan lain-lain.
3. Surat Perintah
Surat resmi yang isinya memberikan instruksi kepada bawahan. Misalnya surat perintah perjalanan dinas, surat perintah untuk lembur, dan lain-lain.
4. Surat Kuasa
Surat resmi yang isinya memberikan kuasa atau wewenang kepada pihak lain. Misalnya surat kuasa untuk pembayaran pajak, surat kuasa pengambilan uang di bank, dan lainlain.
5. Surat Panggilan/ Undangan
Surat resmi yang digunakan untuk memanggil atau mengundang seseorang untuk keperluan tertentu. Misalnya surat panggilan kerja, surat panggilan kepolisian, surat undangan pernikahan, dan lain-lain.
2.5 Struktur Surat Resmi
Seperti yang disebutkan pada pengertian surat resmi di atas, dalam surat resmi terdapat beberapa bagian penting yang harus dilengkapi. Beberapa bagian penulisan surat resmi tersebut adalah:
1 . Kepala Surat (Kop Surat)
Kepala surat terdiri dari:
• Logo instansi/ lembaga
• Nama instansi/ lembaga
• Alamat, No. Telephone/ fax, dan email instansi/ lembaga
2. Nomor Surat
Setiap kali suatu instansi/ lembaga mengirimkan surat, pasti dilengkapi dengan nomor surat. Dengan adanya nomor surat tersebut, maka akan mudah mengetahui berapa jumlah surat yang telah dikeluarkan dalam satu bulan.
3. Tanggal Surat
Surat resmi selalu dilengkapi dengan tanggal pembuatan surat. Ini berguna sebagai informasi waktu dibuatnya surat tersebut.
4. Lampiran atau Hal
Terkadang surat resmi dilengkapi dengan lampiran, yaitu dokumen lain sebagai pendukung surat resmi tersebut.
5. Alamat Tujuan
Alamat tujuan diberikannya surat resmi tersebut. Biasanya penulisannya singkat saja karena alamat lengkap tujuan biasanya dicantumkan pada sampul surat.
6. Salam Pembuka
Kata pembuka dari sebuah surat resmi dimana bentuknya baku dan formal dengan bahasa yang sopan.
7. Isi Surat
Isi surat adalah bagian utama dari surat resmi. Informasi yang dimuat dalam bagian isi harus dibuat singkat, padat, dan jelas dengan menggunakan bahasa baku.
8. Salam Penutup
Selain salam pembuka, tentunya ada salam penutup surat. Hal ini untuk menunjukkan kesopanan dalam berkomunikasi melalui surat resmi.
9. Tanda Tangan Pengirim Surat
Pada bagian ini harus dicantumkan nama dan tanda tangan pengirim surat atau penanggungjawab.
10. Tembusan
Tembusan dapat dibuat bila surat resmi tersebut perlu diketahui oleh pihak lain.
Contoh Surat Resmi

2.6 Pengertian Surat Tidak Resmi
Surat tidak resmi
adalah surat yang digunakan dalam situasi yang tidak resmi. Contoh situasi
tidak resmi yaitu seperti untuk keperluan pertemanan atau persaudaraan. Surat
tidak resmi tidak harus ditulis dengan bahasa dan penggunaan struktur yang
baku.
Hal yang terpenting di dalam surat tidak
resmi yaitu ialah kesampaian isi atau maksud dari surat tersebut dengan jelas.
Meskipun di dalam surat tidak resmi penggunaan bahasa tidak harus baku, tapi
tetap harus komunikatif dan dengan bahasa yang santun. Surat tidak resmi
biasanya berupa surat perkenalan kepada seseorang, surat kepada sahabat
mengenai suatu kabar, ataupun surat kepada kerabat.
Contoh surat tidak resmi

KESIMPULAN
Adapun
kesimpulan yang dapat kami tarik pada percobaan ini yaitu sebagai berikut:
1. Surat
adalah media komunikasi yang berupa tulisan, yang berisi informasi, pesan,
pernyataan, atau tanggapan sesuai dengan keinginan penulis surat.
2. Surat
ada yang tidak resmi dan ada juga yang resmi. Contoh surat resmi yaitu surat
dinas sedangkan contoh surat tidak resmi yaitu surat pribadi.
3. Surat
memiliki fungsi sebagai alat komunikasi, wakil penulis, alat untuk menghemat
waktu. Tenaga dan biaya, dan sebagai bukti tertulis.
SARAN
Adapun
saran yang mungkin dapat kami ajukan, antara lain sebagai berikut:
1.
Diharapkan saat menulis surat resmi di perhatikan langkah-langkahnya agar tidak
terjadi kesalahan dalam pembuatannya.
2.diharapkan
agar pada saat menulis surat lamaran kerja juga di perhatikan langkah-langkah
dalam pembuatannya.
3.
Diharapkan agar mahasiswa dapat membedakan antara surat resmi dan tidak resmi
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
- http://candycoffin.blogspot.com/2015/03/contoh-surat-tidak-resmi.html?m=1
- https://materibelajar.co.id/pengertian-surat-resmi-dan-surat-tidak-resmi/
- https://www.google.com/search?q=surat+resmi&oq=surat+res&aqs=chrome.0.0l2j69i57j69i60j69i61j69i60.7977j0j4&client=ms-android-oppo&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8
- https://www.google.com/search?q=surat+tidak+resmi&oq=surat+tid&aqs=chrome.1.69i57j0l3j69i60.4745j0j4&client=ms-android-oppo&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8
- https://www.maxmanroe.com/vid/surat/pengertian-surat-resmi.html
- https://www.suratresmi.id/contoh-surat-tidak-resmi/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar